remaja barisan terdepan

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat serta Hidayahnya, akhirnya penyusunan makalah yang berjudul “faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan & hukum-hukum perkembangan” selesai tepat pada waktunya.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita, memberi uswah kepada kita tentang tutur kata yang halus, prilaku yang santun, sifat yang mulia, bahkan yang senantiasa kita harapkan syafa’atnya di Hari Kiamat nanti.

Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada mata kuliah Psikologi Pendidikan dan juga merupakan sarana bantu belajar mahasiswa dalam mata kuliah tersebut dengan judul “faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan & hukum-hukum perkembangan”.

Dalam kesempatan ini pula sudah selayaknya penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas berhasilnya penyusunan makalah ini kepada dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Pendidikan atas arahan – arahan yang telah diberikan kepada kami.

Meski kami telah mempersiapkan segalanya dengan segenap kemampuan, tentunya banyak kekurangan di sana sini, maka kami mohon koreksi dari teman-teman mahasiswa untuk memperbaiki demi sempurnanya penyusunan makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya umumnya bagi para pembaca.

Akhirnya semoga Allah SWT senantiasa memberi pertolongan, Taufiq, serta Hidayah-Nya kepada kita semua.

Jakarta,  April 2011

Penyusun

 

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN & HUKUM-HUKUM PERKEMBANGAN

 

  1. I.            Pendahuluan

 

  1. A.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

 

Persoalan mengenai faktor-faktor apa yang memungkinkan atau mempengaruhi perkembangan, Para ahli yang beraliran “Nativisme” berpendapat bahwa perkembangan individu semata-mata tergantung kepada faktor dasar/pembawaan.

Istilah lain dari aliran ini disebut dengan :

v  Pesimisme (Paedagogik-Pessimistis), karena aliran ini menolak pesimis terhadap pengaruh luar.

v  Aliran Biologisme, disebabkan menitik beratkan pada faktor biologis, faktor keturunan (Genetic), dan konstitusi atau keadaan psikolofisik yang dibawa sejak lahir.

Tokoh utama aliran ini yang terkenal adalah John Schopenhauer (Jerman 1788-1860).

            Berbeda dengan aliran Nativisme, para ahli yang mengikuti aliran “Empirisme” berpendapat bahwa perkembangan individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan/pendidikan sedangkan faktor dasar/pembawaan tidak berpengaruh sama sekali. Tokoh aliran ini adalah John Locke (Inggris 1632-1704), dan Francis Bacon (Inggris 561-1626).

            Aliran yang tampak menengahi kedua pendapat aliran yang ekstrem diatas adalah “aliran Konvergensi” dengan tokoh yang terkenal adalah William Stern. Menurut aliran konvegensi, perkembangan individu itu sebenarnya ditentukan oleh kedua kekuatan tersebut. Baik faktor dasar/pembawaan maupun faktor lingkungan/pendidikan kedua-duanya secara konvergent akan menentukan /mewujudkan perkembangan seorang individu.

            Menurut Elisabeth B. Hurlock, baik faktor kondisi internal maupun faktor kondisi eksternalakan dapat mempengaruhi tempo/kecepatan dan sifat atau kualitas perkembangan seseorang. Akan tetapi sejauh mana kedua faktor tersebut sukar untuk ditentukan, lebih-lebih lagi untuk dibedakan mana yang penting dan kurang penting.

 

  1. 1.     Intelligensi

Dari faktor itu kiranya intelligansi/kecerdasan termasuk yang terpenting. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang tepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Berdasarkan penelitian Terman LM (Genetic Studies Of Genius) dan Mead TD (The Age Of Walking And Talking In Relation To General Intellgence) telah dibuktikan adanya pengaruh intelligensi terhadap tempo perkembangan anak terutama dalam perkembangan berjalan dan berbicara.

 

  1. 2.     Seks

Perbedaan perkembangan antara kedua jenis seks tidak tampak jelas. Yang nyata kelihatan adalah kecepatan dalam pertumbuhan jasmaninya. Pada waktu lahir anak laki-laki lebih besar dari anak perempuan, tapi  anak perempuan lebih cepat perkembangannya dan lebih cepat pula mencapai kedewasaanya dari pada anak laki-laki.

 

  1. 3.     Kelenjar-Kelenjar

Hasil penelitian dilapangan kelenjar buntu (indoktrinologi) menunjukkan adanya peranan penting dari sementara kelenjar-kelenjar buntu ini dalam pertumbuhan jasmani dan rohani dan jelas pengaruhnya terhadap perkembangan anak sebelum dan sesudah dilahirkan.

Sebagai contoh : kelenjar yang mengeluarkan kalsium yang letaknya ditenggorokan ; jika kelenjar ini kurang mengeluarkan kalsium akan mempengaruhi tumbuhnya tulang-tulang dan otot-otot. Kekurangan iodium yang dikeluarkan oleh kelenjar ditenggorokan juga akan menyebabkan rusaknya pertumbuhan jasmani dan rohani.

 

  1. 4.     Kebangsaan (Ras)

Anak-anak dari Ras Mediteran (lautan tengah) tumbuh lebih cepat dari anak-anak Eropa sebelah utara. anak Negro dan Indian rupa-rupanya pertumbuhannya tidak begitu cepat dibandingkan dengan anak-anak kulit putih dan kuning.

 

  1. 5.     Posisi Dalam Keluarga

Merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi perkembangan. Anak kedua, ketiga dan sebagainya pada umumnya perkembangannya lebih cepat dari anak yang pertama, anak bungsu biasanya karna dimanja perkembangannya lebih lambat.

 

 

  1. 6.     Makanan

Pada tiap-tiap usia terutama pada usia yang sangat muda, makanan merupakan faktor yang penting peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan. Kematangan itu dalam periode perkembangan tidak hanya dicapai setelah lahir, tetapi sebelum lahir juga ada kematangan ; bedanya ialah bahwa kematangan dalam masa sebelum lahir hanya dipengaruhi kodrat dan tidak memerlukan latihan.

Apa ciri-ciri adanya kematangan tersebut?

a)      Perhatian si anak

b)      Lamanya perhatian berlangsung

c)      Kemajuan jika diajar/dilatih

 

Telah banyak percobaan-percobaan diadakan untuk mengetahui sampai dimana seorang anak dapat berkembang hanya atas dasar kodrat dan sejauh mana atas dasar pengajaran/pengalaman.

Hasilnya antara lain :

a)      Pada tahun-tahun pertama “kematangan” ini lebih penting karena memungkinkan pengajaran/latihan.

b)      Dalam hal perkembangan phylogenetic tidak terdapat perbadaan diantara anak kembar dan anak yang berbeda rasnya (negro dan amerika misanya).

c)      Berlangsung secara bersama-sama antara pertumbuhan kodrat (kematangan)dengan pengajaran/latihan adalah sangat menguntungkan bagi perkembangan anak.

 

  1. B.     HUKUM-HUKUM PERKEMBANGAN

 

Perkembangan fisik dan mental disamping dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut diatas, juga perkembangan itu berlangsung menurut hukum-hukum tertentu.

Adapun hukum-hukum perkembangan tersebut adalah :

 

  1. 1.      Hukum Konvergensi

Hukum konvergensi ini menekankan kepada pengaruh gabungan antara pembawaan dan lingkungan. Tokoh yang berpendapat demikian itu ialah William Stern yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hasil pengaruh bersama kedua unsur pembawaan dan lingkungan, pengaruh pembawaan dan lingkungan sangat kuat, maka hasil pendidikan dan perkembangan akan baik dan seimbang. Pengaruh lingkungan lebih kuat dari pembawaan, sehingga lingkungan sudah berusaha mengembangkan potensi pembawaan dengan sebaik-baiknya tetapi pengaruh/kondisi pembawaan kurang menunjang yang menjadikan hasil pendidikan/perkembangan kurang baik, kurang berhasil sebagaimana yang diharapkan.

 

  1. 2.      Hukum Irama Perkembangan

Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama/rythme perkembangan. Jadi perkembangan anak itu mengalami gelombang “pasang surut”, mulai lahir hingga dewasa, kadang kala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu bidang tertentu.

 

  1. 3.      Hukum Kesatuan Organ

Tiap anak itu terdiri dari organ-organ (anggota) tubuh, yang merupakan suatu kesatuan, diantara organ-organ tersebut antara fungsi dan bentuknya, tidak dapat dipisahkan berdiri integral.

Suatu contoh perkembangan kaki dan semakin besar dan panjang, meski diiringi oleh perkembangan otak, kepala, tangan, dan lain-lainnya.

 

  1. 4.      Hukum Masa Peka

Masa peka ialah suatu masa yang paling tepat untuk berkembang suatu fungsi kejiwaan atau fisik seorang anak. Sebab perkembangan suatu fungsi tersebut tidak berjalan secara serempak/bersamaan antara satu dengan yang lainnya. Suatu contoh : masa peka untuk berjalan bagi seorang anak itu pada awal tahun kedua. Dan untuk berbicara, sekitar akhir tahun pertama.

Istilah masa peka pertama kali disampaikan oleh seorang ahli Biologi (Biolog) dari Belanda, bernama Prof. Dr. Hugo De Vries (1848-1935). Kemudian istilah tersebut dibawa kedalam dunia pendidikan , khususnya psikologi oleh Dr. Maria Montessori (Italia, 1870-1952).

 

  1. 5.      Masa Rekapitulasi

Rekapitulasi merupakan pengulangan ringkasan dari kehidupan suatu bangsa yang berlangsung secara lambat selama berabad-abad.

Dengan hukum rekapitulasi ini berarti bahwa perkembangan jiwa anak itu merupakan ulangan dan adanya persamaan dengan kehidupan kebudayaan sebelumnya (yang dilakukan oleh nenek moyang kita dulu). Hal ini dapat dibagi dalam beberapa masa :

a)      Masa Berburu

Anak usia sekitar 8 tahun senang bermain kejar-kejaran, perang-perangan, menangkap binatang, (capung, kupu-kupu, dan sebagainya).

b)      Masa Menggembala

Anak usia 10 tahun senang memelihara binatang seperti kelinci, kucing, dan sebagainya.

c)      Masa Bercocok Tanam

Masa ini dialami oleh anak sekitar umur 12 tahun, dengan tanda-tanda senang berkebun, menyiram bunga.

d)      Masa Bedagang

Anak senang bermain jual-jualan, tukar menukar foto, perangko, berkiriman surat dengan teman-teman maupun sahabat pena.

 

  1. 6.      Hukum Tempo Perkembangan

Hukum tempo perkembangan yang dimaksud disini ialahbahwa tiap-tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendiri-sendiri. Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari anak lainnya.

Mengenai masalah tempo atau cepat lambatnya perkembangan tidak perlu dikhawatirkan karena pada dasarnya semuanya akan mengalami akan temponya saja yang berlainan. Kecuali bagi mereka yang benar-benar terlambatnya melewati batas perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

  1. 7.      Hukum Mempertahankan Dan Mengembangkan Diri

Sebagai makhluk hidup manusia mempunyai dorongan/hasrat untuk mempertahankan diri. Hal ini terwujud pada usaha kita untuk makan apabila lapar, menyelamatkan diri apabila ada bahaya. Pada anak kecil usaha ini diwujudkan dengan menangis, apabila lapar, haus, rasa tidak enak badan dan sebagainya, kemudian si Ibu akan tanggap terhadap tanda-tanda tersebut. Dari usaha mempertahankan diri berlanjut menjadi usaha mengembangkan diri.

 

  1. 8.      Hukum Hierarchi Perkembangan

Bahwa perkembangan anak tidak mungkin akan mencapai suatu phase tertentu dengan cara spontan atau sekaligus, akan tetapi harus melalui tingkat-tingkat /tahapan tertentu yang telah tersusun sedemikian rupa. Sehingga perkembangan diri seseorang menyerupai derat perkembangan.

Contoh : Perkembangan pikiran/intellect anak, meski didahului dengan perkembangan pengenalan dan pengamatan.

  1. II.            Daftar Pustaka

 

Drs. M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum Dan Perkembangan, Penerbit Pedoman Ilmu Jaya, cet,I, Jakarta,1993.

Drs. H. abu Ahmadi, Drs. Munawar Sholeh, Psikologi Perkembangan, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Pertama, Jakarta, 1991.

Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Rajawali Pers, Jakarta, 1984.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s